![]() |
| Penyebab dan Gejala Kanker Hati |
Inilah penyebab dan gejala kanker hati
Kanker hati pada awalnya tidak menimbulkan gejala, oleh karena itu pemeriksaan oleh dokter secara berkala perlu dilakukan pada kelompok yang mempunyai resiko tinggi. Sebagian besar 90% penderita kanker hati dating ke dokter dalam stadium (tahap) lanjut. Ini disebabkan karena kerusakan hati baru menimbulkan gejala yang mencolok bila kerusakan tersebut cukup luas.
Gejala-gejala yang sering dijumpai adalah berat badan menurun, rasa mual dan muntah, ada kalanya disertai mata dan kulit yang berwarna kuning, kadang-kadang disertai demam.
Apabila kanker hati disertai penyakit hati yang berat, maka dapat terjadi pendarahan dari saluran cerna atas yang menyebabkan gejala muntah darah dan buang air besar berwarna kehitam-hitaman seperti kopi atau teh.
Yang termasuk resiko tinggi / dan memerlukan pemeriksaan berkala adalah :
- Seseorang mengidap HBsAg pada (pemeriksaan darah ditemukan pertanda mengandung virus hepatitis B).
- Seseorang penderita penyakit hati kronis, baik dengan HBs Ag positif maupun HBs Ag negative dan pecandu alcohol.
- Mereka yang diantara anggota keluarganya ada yang menderita kanker hati primer.
- Di daerah yang banyak ditemukan infeksi parasit cacing hati yaitu Clonorchis sinensis.
Kanker hati dan hepatitis B
Kanker hati ditemukan pada orang yang mengidap infeksi virus hepatitis B / kronis (pemeriksaan darah ditemukan pertanda-pertanda virus Hepatitis B yang berlangsung lama dan menetap). Pada pemeriksaan darah penderita kanker hati ternyata diketahui 65% diantaranya mengandung pertanda terkena infeksi Hepatitis B. Sebagian besar dari yang terkena infeksi virus hepatitis B akan sembuh. Hanya sebagian kecil yang berkembang menjadi penyakit radang hati (Hepatitis B) manahun. Sekitar 10% dari yang terkena hepatitis B menahun dapat berkembang menjadi kanker.
Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui:
- Melakukan hubungan seks atau berciuman dengan penderita.
- Memakai alat-alat kedokteran yang tercemar/bekas dipakai penderita yang sterilitasnya tidak memenuhi syarat, misalnya : jarum suntik, tindik, akupuntur dan tattoo.
- Bersentuhan dengan cairan tubuh penderita melalui luka di kulit yang terbuka atau selaput lendir mata dan mulut.
- Tranfusi darah yang tercemar / mengandung virus hepatitis B.
- Dari ibu hamil / menyusui kepada bayinya.
Vaksinasi hepatitis B
Penularan Hepatitis B pada anggota keluarga atau orang-orang lingkungan terdekat dari seorang penderita penyakit hati kronis dan mengidap virus Hepatitis B dapat dicegah dalam imunisasi. Oleh karena kanker hati dapat berkembang pada sebagian kecil penderita hepatitis B kronis. Maka pencegahan dengan vaksinasi virus hepatitis B diharapkan bermanfaat juga dalam pencegahan kanker hati. Vaksinasi hepatitis B dapat dilakukan terhadap bayi, anak dan dewasa. Usahakan vaksinasi hepatitis sedini mungkin, terutama pada angota kelompok-kelompok yang beresiko tinggi terkena inveksi virus Hepatitis B. Kelompok yang beresiko tinggi terinfeksi virus Hepatitis B adalah :
- Bayi yang lahir dari ibu yang megidap virus Hepatitis B.
- Penderita yang memerlukan tranfusi darah berulang-ulang.
- Penderita dengan pengobatan jangka panjang yang memerlukan obat-obat imunosupresif (menekan daya tahan tubuh).
- Seorang yang menjalani hemodialisis yang berulang-ulang.
- Seorang morfinis.
Pemeriksaan membantu menentukan kanker hati
- USG (UltraSonoGraphi) pemriksaan penyaring yang paling sederhana.
- Laboratorium kadar AFP (Alpha Feto Protein).
- Biopsi jaringan hati (dilakukan setelah ditemukan kelainan yang mencurigakan pada pemeriksaan USG).
Hidup sehat mencegah kanker hati
Untuk mencegah kanker hati, lakukan perilaku hidup sehat antara lain :
- Mencegah pnularan hepatitis B dengan berperilaku hidup sehat.
- Mencegah infeksi Hepatitis B dengan melakukan vaksinasi.
- Mengkonsumsi makanan sehat.
- Menghindari makanan yang mengandung Aflotoksin (makanan yang tercemar jamur).
- Menghindari alcohol.

Conversion Conversion Emoticon Emoticon